Indonesia-Tiongkok Pererat Kerja Sama Strategis Jangka Panjang
Jakarta, (12/5). Hubungan kerja sama bilateral
antara Indonesia dan Tiongkok semakin erat. Arah kerja sama kedua negara
dilakukan secara strategis dalam jangka panjang, khususnya di bidang investasi,
pembiayaan infrastruktur, dan stabilitas kawasan Asia. Hal itu mengemuka saat
pimpinan dan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menerima kunjungan
delegasi Tiongkok di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Dalam pertemuan itu, delegasi Tiongkok ingin
memahami arah kebijakan fiskal Indonesia, kesiapan pembiayaan proyek strategis
nasional, hingga sikap DPR terhadap investasi asing dan pengelolaan utang
negara.
Pertemuan juga membahas peluang kerja sama
Indonesia–Tiongkok dalam pembangunan jangka panjang, termasuk sektor
infrastruktur dan pengembangan industri nasional.
Dalam pembukaan diskusi, disampaikan bahwa hubungan
Indonesia dan Tiongkok, dipandang sebagai kemitraan strategis antara dua negara
besar di Asia, yang memiliki tanggung jawab bersama menjaga stabilitas kawasan
dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Disampaikan oleh Kapoksi Banggar DPR RI Fraksi
Partai NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat, bahwa pembahasan utama dalam pertemuan
menyoroti pengawasan utang dan keberlanjutan fiskal.
“DPR RI menekankan bahwa Indonesia menyambut
investasi asing yang sehat dan produktif, dengan tetap memperhatikan efisiensi
pembiayaan, transparansi proyek, serta mitigasi risiko jangka panjang,” ujar Julie.
Dalam forum tersebut juga muncul sejumlah
pertanyaan strategis kepada pihak Tiongkok, di antaranya terkait mekanisme
penilaian kelayakan proyek, sistem pengawasan penggunaan anggaran, hingga
kesiapan melakukan audit bersama dan evaluasi independen terhadap proyek
internasional.
Selain isu pembiayaan, DPR RI juga mendorong agar
kerja sama kedua negara memberikan nilai tambah melalui transfer teknologi,
peningkatan kapasitas industri nasional, serta pengembangan tenaga kerja
Indonesia.
Isu pembangunan Ibu Kota Nusantara turut menjadi
pembahasan penting. DPR berharap pembangunan IKN dapat menjadi pusat
pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi
jangka panjang bagi Indonesia.
Di tengah situasi global yang dinamis, Hubungan
antarparlemen Indonesia dan Tiongkok juga dinilai memiliki peran penting dalam
menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara, serta memperkuat komunikasi strategis
antarnegara.
Sebagai penutup, ditegaskan oleh DPR RI, bahwa
hubungan bilateral yang sehat perlu dibangun di atas dasar saling percaya,
transparansi, dan manfaat bersama dalam jangka panjang.
“DPR Indonesia akan terus mendukung kerja sama
strategis yang dapat memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan mendorong
kesejahteraan rakyat kedua negara,”
tutup pernyataan tersebut.
Pada akhir pertemuan, Julie juga memberikan cendera
mata kepada delegasi Tiongkok, berupa kain tenun khas Nusa Tenggara Timur (NTT)
yang telah dipersiapkan sebelumnya. Pemberian cendera mata tersebut, jadi
simbol persahabatan sekaligus bentuk penghormatan budaya Indonesia dalam
mempererat hubungan bilateral kedua negara. (JHL.7)